Senin, 25 Februari 2013

Gambar masa kecilku

Gambar 1.
Please beside me foerever
Gambar 2.
gomenasai gomen gomen
Gambar 3.
Forever alone without you
Gambar 4.
Gambar 5.
Gambar 6.
Thinking of you
Gambar 7.
Have A nice day Friends
Gambar 8.
Gambar 9.
I'm Princess
Gambar 10.
Cute Child
Gambar 11.
Hello everybody
Gambar 12.
I will fly if you wanna love me

Minggu, 17 Februari 2013

Sadar Tanpa Dirimu

baru terpikirkan betapa hampa diriku
setelah dirimu tak lagi menjadi kekasihku
dan semua itu salahku
telah menyia-nyiakan cintamu

tak pernah kuduga betapa ku menginginkan
kasih sayangmu yang dulu tetap jadi miliku
semakin aku menjauh
semakin cintamu terasa indah

ternyata diriku tak mampu tanpa dirimu
maafkanlah diriku
kembalilah cintaku

Menunggu Tanpa Waktu

sakit yang aku dapatkan
mengenal dirimu dan mencintaimu
karena tak dapat ku sangkal
kau bukan milikku, bukan kekasihku

sisakan untukku cintamu
walau kau masih dengannya
ku tetap menunggu tanpa waktu
hingga semua menjadi nyata

Terlambat Sudah

Kini hatiku tetap untukmu
Cukup sudah penderitaanku
Mengapa dulu kau tinggalkan diriku
Tanpa pesan apapun padaku?

Kala itu cintaku sedang tumbuh
Kau biarkan menjadi layu
Kini kau datang lagi padaku
Setelah kau siksa diriku

Terlambat sudah
Terlambat sudah
Semuanya telah berlalu

Usapan Air Mata Suci

Air ini deras mengalir
Begitu keluar dari sumber air mata
Air mata melambangkan
paru-paru anak kecil yang sedang sedih
Mata itu melambangkan
Harapan lukisan di masa depan yang cerah

Semuanya hancur
ketika air mata itu keluar
Setetes demi setetes selalu bermakna
Satu per satu hanyut
dalam gelas kecil sang Pendayung
dialah aku...

Merana kesedihan dalam lelap waktu
Baginya mata adalah segalanya
Baginya curahannya adalah anugerah
Tapi bumi berputar mendadak

Hembusan angin
mengeringkan setiap sedih
yang keluar tanpa matahari
Kini ia semerah bidadari
dan secantik peri
Karena semua telah berlalu
dan mungkin akan terulang kembali

Seribu Kata Cinta

Terdiam sejenak
Merenungi hal mendalam
Kata-katanya merasuki ungkapan rindu
Rasa ini berdegup
Kencang sekali hingga bergetar
Tak bisa hilang
Tak bisa lenyap
Kata itu membumbui hati ini
Juga membumbui pikiran ini
Cinta, Cinta, Cinta....
Teras mengaung diterpa ombak
Hingga masuk dalam mata
Terlihat gambaran jelas
Cinta, Cinta, Cinta...
Oh...ini cinta!

Who is My Loyal Friend ?

Puisi ini kutulis ketika ada tugas waktuku kecil membuat puisi dalam bahasa inggris



The lonely night in mist wind
Pieces carry pebble
Then, i am question...
Who is my loyal friend?

Voices heard intonation wind
Already stars bright world country
Let then weather no fixed again...
Who is my loyal friend?

Enough time stars overcasts
Seen shape shadow from black
Not can talk...
But, what possible is my loyal friend?

Seandainya

Malam kabut dalam selimut
Aku berharap
Dia datang dalam mimpiku
Walau dalam bentuk apapun
Aku setia menunggumu

Seandainya bintang hanya satu
Pasti aku kehilanganmu
Seandainya bintang seribu
Pasti kau telah mengkhianatiku lagi

Seandainya bintang lenyap
Aku pun lenyap
Seandainya tidak ada kamu
Apa yang harus kulakukan, kawan?

Akankah Berlalu ?

Tak sempat aku menangkap dirimu
Padahal waktu tak bisa menunggu
Belaian lembut
Terdekap erat dalam diriku
Sentuhan tangan
Bagaikan mimpi tidurku
Tinggal selangkah lagi aku menanti
Tetapi...
Sebegitukah baiknya waktu?
Akankah ini dikenang...
atau berlalu?
Pengorbanan Cinta


Sepanjang hari dan malam
Waktu berdentang bagaikan kuasa
Arus cinta tak hentinya mengejar
Mengejarku dengan....
Pengorbanan mendalam
Demi aku kau berhenti tak berlari ke masa-mu
Terus setia menjagaku
Hingga fajar kematian
menjemputmu

Rahasia dan Janji Palsu

Aku yang polos terlentang di batu
Terucap janji rahasia antara kertas dan buku
Ku penuhi saja selayaknya kancil merantau
Kini rintangan semak belukar mulai bertemu
Aku yang di sana harus menguji dalam risau
Walau ini bagai sarang laba-laba tenun
Tetap saja korban tak sadar telah terbunuh
Ini aku yang merasa menunggumu
Dalam dunia dan alam semesta beruntut
Tapi bisikanmu sudah jauh terlena dalam kalbu
Kini tinggal rasa enggan merayuku
Kini tinggal rasa dendam meruak padaku
Janji emasmu
Tak bernilai tanpa ada tindakan

Siapakah Aku


Ternoda hitam dan sesak keruh
Siapakah aku ?
Bingung pun menjawab terus-menerus
Duduk dan termangu dalam waktu
Setiap detik aku bagai tunarungu
Dalam kaca
Aku luntur dalam tinta
Tak terdapat yang dapat kurasakan
Dunia pekat dalam hitam di sana
Terbawa angin dari lingkaran dunia gelap
Takut,
bagai bumbu utama masakan neraka
Jiwaku yang malang
terasa pilu meratap
Berdiri tegak dalam kaca 'terjawab'
Seorang iblis datang membisikku
Berkata diriku ada dalam kubungan
dan dinanti para iblis di neraka